Kemampuan Pre-Service Mathematics Teacher
Menginvestigasi Obyek Matematika dalam Benda-Benda Nyata
Dalam Pembelajaran Secara Inquiry
Oleh I Nengah Parta
Jurusan Matematika FMIPA UM
E_mail: nengah_parta@telkom.net
Abstrak:
Paradigma Pembelajaran Matematika Realistik membawa angin segar kepada iklim pembelajaran matematika di Indonesia, karena pembelajaran dirancang menjadi bagian dari aktivitas anak sehari-hari. Tatag menemukan bahwa PMRI salah satu pendekatan pembelajaran yang memanusiakan manusia. Annie Makink mengatakan bahwa Pendidikan Matematika Realistik is a movement to reform mathematics education in Indonesia. Tetapi Marpaung melaporkan bahwa dalam menjawab soal pilihan ganda, siswa di sekolah non PMRI lebih unggul dibandingkan siswa di sekolah PMRI, sedangkan dalam menjawab soal “pemecahan masalah” dan soal non rutin siswa sekolah PMRI lebih unggul daripada siswa sekolah non PMRI. Soal “pemecahan masalah” atau soal non rutin umumnya memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada soal pilihan ganda. Karena itu, jika siswa mampu menyelesaikan soal pemecahan masalah, maka semestinya ia mampu mengerjakan soal “standar”. Namun fakta ini menunjukkan bahwa ada aspek yang masih perlu dibenahi dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan realistik. Dalam makalah ini diusulkan suatu langkah alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu.
Kata Kunci: investigasi konsep, benda nyata, pembelajaran inquiry
Kamis, 06 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar