Rabu, 21 Juli 2010

Pendidikan Karakter
Suatu Terminologi "Baru" dalam Dunia Pendidikan

Saat ini muncul isu hangat di dunia pendidikan, yaitu pendidikan karakter. Beberapa tahun silam mungkin juga pembaca masih ingat tentang isu life skill yang dituntut untuk memberi warna pendidikan kita. Isu life skill itu hilang begitu saja bak ditelan bumi.
Berbeda dengan isu life skill, isu pendidikan karakter itu membuka wacana baru, yaitu; (1) Bagaimana Rumusan Indikatornya, (2) Apa Tagihannya, (3) Bagaimana perancangan bahan ajarnya. Ini bisa menjadi wacana berkepanjangan atau mungkin polemik, yaitu bagaimana bentuk aktivitas, bagaimana instrumennya, buku pegangan siswa seperti apa, siapa yang berwenang menyusun indikator itu, siap yang berwenang menilai, dan seterusnya. Lebih berbahaya lagi kalau masalah karakter ini diukur menggunakan pendekatan kognitif.
Selain pertanyaan-pertanyaan itu, satu pertanyaan mendasar yang perlu disadari dan dijawab dengan jujur adalah, "sudahkan para pendidik mempersiapkan diri untuk menjadi contoh?"
Sepanjang pelaksanaan tugas mengajar itu hanya dipandang sebagai pemenuhan tugas 24 jam karena status telah "tersertifikasi" atau alasan sejenis lainnya, maka sangat mungkin nasib dari pendidikan karakter itu tidak akan berbeda jauh dengan isu life skill beberapa tahun silam. Karena itu, harus ada komitmen yang kuat dari PEMERINTAH, GURU, DAN TENTUNYA JUGA PARA ORANG TUA, untuk merealisasikan pendidikan karakter itu sehingga terbentuk warga masyarakat yang JUJUR, SANTUN, BERBUDI LUHUR, PEDULI, dan seterunya sesuai dengan aspek-aspek karakter itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar