Rabu, 10 November 2010

Seminar Manado

DEKONSEPTUALISASI PENGETAHUAN MATEMATIKA PADA GURU MATEMATIKA SEKOLAH LANJUTAN PERTAMA

DAN LANGKAH-LANGKAH ALTERNATIF PEMECAHANNYA

Oleh

I Nengah Parta

Staf pengajar pada Jurusan Matematika FMIPA UM

E_mail: nengahparta@yahoo.com

Abstrak:

Dalam pembelajaran yang bercirikan students centered tugas guru dalam mengelola pembelajaran ringan sekaligus berat. Dikatakan ringan karena guru tidak lagi dituntut untuk merancang uraian materi yang lengkap, runtut, dan menyeluruh. Dikatakan berat, karena guru perlu membuat berbagai alternatif untuk mengakomodasi produk pemikiran siswa yang mungkin akan sangat bervariasi. Faktanya, saat ini masih banyak guru matematika tidak memiliki pengetahuan matematika yang memadai. Dalam mengajar, yang disampaikan kepada siswa hanya teknik penyelesaian soal rutin tanpa penjelasan yang cukup. Pada beberapa guru juga ditemukan adanya beberapa kesalahan, yaitu; kesalahan persepsi, kesalahan pemahaman konsep, dan kesalahan kesemestaan. Beberapa contoh kesalahan itu berturut-turut adalah sebagai berikut; (1) tabung hanya dipersepsikan sebagai tabung lingkaran tegak, (2) tabung dipandang sebagai prisma dan disebut prisma lingkaran, (3) jumlah dan hasil kali akar-akar suatu persamaan kuadrat berturu-turut adalah -(b/a) dan c/a, apapun kondisinya. Pada makalah ini dibahas fenomena-fenomena itu dan juga diajukan gagasan alternatif untuk pemecahannya.

Kata Kunci: dekonseptualisasi, pengetahuan matematika, guru matematika

alternatif pemecahannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar